Minggu, 24 Juli 2011

BELAJAR BAHASA INGGRIS DEGREES OF COMPARISON (tingkat perbandingan)

DEGREES OF COMPARISON (tingkat perbandingan)
Terdiri dari 3 tingkatan, yaitu:
1.    Positive (tingkat biasa)
S + tobe + adjective/k.sifat
                    contoh:  Jojon is handsome
                                 Gogon is clever

2.    Comparative (tingkat perbandingan)   
S + tobe + more/-er + adjective + than
       contoh:  Jojon is more handsome than Aming
        Bajuri is cleverer than Oneng

3.    Superlative (tingkat palinga)   
S + tobe + the most/-est + noun phrase
        Contoh:   Jojon is the most handsome
          Bajuri is the cleverest person
Catatan
a.    Adjective/kata-kata sifat yang bersuku kata dua/lebih harus diawali kata  “more” pada kalimat perbandingan/comparative dan “the most” pada kalimat tingkat paling/superlative.
       Contoh:      beautiful        more beaitiful      the most beautiful
b.    Beberapa kata harus dibentuk dengan cara tidak beraturan pada comparative dan superlative.
        Contoh:       bad          worse         worst
                   good       better          best
                   much       more          most
c.    Adjective/kata-kata sifat yang bersuku kata satu/dua  yang berakhir  dengan akhiran “-er/-r” pada kalimat perbandingan/comparative dan “-est/-st” pada kalimat tingkat paling/superlative adalah:
1.    Kata yang berakhir dengan 2 konsonan / 1 konsonan yang didahului dengan 2 vokal.
Contoh:    rich      richer       richest
              deep     deeper      deepest
2.    Kata yang berakhir dengan 1 konsonan yang dudahului oleh 1 vokal. Dalam perubahannya konsonan tersebut digandakan sebelum diberi akhiran –er dan –est.
Contoh:      big      bigger       biggest
3.    Kata  yang berakhir dengan –e dalam perubahannya hanya diberi akhiran –r dan –st.
Contoh:       large      larger      largest
4.    Kata yang berakhir dengan –y yang didahului konsonan dalam perubahannya huruf –y tersebut berubah menjadi –i. Tetapi jika –y tsb didahului vokal maka aturan tersebut di atas tidak berlaku.
Contoh:     easy         easier        easiest
               coy           coyer         coyest
5.    Kata yang terdiri dari dua suku kata yang berakhiran –some, -ow, -le, -er.
Contoh:     clever        cleverer       cleverest
Contoh Soal
1.

QUESTION TAGS

Merupakan bentuk pertanyaan berekor yang fungsinya untuk mempertegas suatu pertanyaan.
Contoh : Pok Ati is a beautiful woman, isn’t she?
            My husband didn’t go to Bandung last week, did he?
a.    Jika statement adalah kalimat verbal maka question tag-nya dibentuk menurut kaidah kalimat verbal yaitu ada kata kerja bantu/modal yang dipakai seperti: do/does, did, have/has, had, will, shall, can, may, dll. Begitu pula jika statement adalah kalimat nominal maka question tag-nya pun dibentuk menurut kaidah kalimat nominal yaitu ada kata kerja to be yang dipakai seperti: am/is/are, was/were, dll.
b.    Jika statement (+) maka question tag (-) dan sebaliknya

CONDITIONAL SENTENCES (kalimat pengandaian)

    Conditional sentence terdiri dari anak kalimat (sub clause) dan induk kalimat (mean clause) dimana bentuk tenses yang di pakai pada keduanya berbada.
    Induk kalimat biasanya diawali dengan kata “if”. Jika anak kalimat mendahului induk kalimat maka setelah anak kalimat ada koma (,).
    Ada 3 tipe conditional sentence   :


1.    Future Conditional (type 1)
Kalimat yang diucapkan dan kenyataan yang sebenarnya tidak bertolak belakang. Apa yang diucapkan, itulah yang diharapkan. Kemungkinan harapan terpenuhi di tipe ini adalah ada (bukan imajinasi) tapi kalau syarat terpenuhi.
Contoh: If I have much money, I will buy a new car.
    (jika saya punya uang, saya akan membeli mobil baru)
Pola :  If  +  simple present       +     simple future/modal
         S + V1                            S + will/shall/can/must/may + V1
         S + am/is/are                  S + will shall/can/must/may + be
2.   Present Conditional (type 2)
    Kalimat yang diucapkan bertolak belakang dengan kenyataan yang sebenarnya di masa sekarang. Kalau kalimatnya (+), maka makna/meaning-nya (-) dan sebaliknya. Kemungkinan harapan terpenuhi di tipe ini adalah tidak ada (hanya imajinasi saja).
    Contoh :  (+) If I had time, I would go to the beach with you.
                   (Saya sebenarnya tidak punya waktu sekarang ini sehingga tidak bisa pergi)
    Pola:  If  +  simple past      +      past future/modal
              V2                            would/should/could/had to/might + V1
              Was/were                 would/should/could/had to/might + be
    Di tipe ini hanya were saja yang dipakai.
3.    Past Conditional (type 3)
Kalimat yang digunakan untuk menyatakan kewajiban/kegiatan yang dilakukan dimasa lampau, tetapi tidak dilakukan/ tidak terpenuhi. Kalimat ini diucapkan bertolak belakang dengan kenyataan yang sebenarnya di masa lalu. Kalau kalimatnya (+), maka makna/meaning yang disampaikan (-) dan sebaliknya.
Kemungkinan harapan terpenuhi di tipe ini adalah tidak ada (hanya imajinasi saja)
         Cnth : (+) If I had known you were there, I would have written you a letter.
           ( Jika saya tahu waktu dulu kamu berada di sana, saya sudah mengirim surat
      padamu- ini bermakna saya tidak mengirim surat karena saya tidak tahu kamu berada di sana)
    Pola: If  +  past perfect        +      past future perfect/modal perfect
             Had + V3                    would/should/could/had to/might + have + V3
             Had been                     would/should/could/had to/might + have been

0 komentar:

Poskan Komentar

Admin

 
 
Copyright © ENGLISH COURSES
Designs By adsensecepat